gaji pagi hari
singgah di saku istri
bagi yang berdasi
mengisi banyak sisi
sepiring nasi amat berarti
kadang dibagi
kadang dimakan sendiri
penunda lapar hari ini
sesuap demi sesuap habis
deretan angka masih sibuk berbaris
lembaran kertas rapi tertulis
tak pernah digubris
permainan tanpa aturan
kenyang oleh kesenangan
penuh jurang kesenjangan
perut siapa yang terus dimenangkan
habis sudah gaji pagi tadi
hari bahkan belum berganti
saku istri kini terisi
cicilan silih berganti
tapi tidak bagi yang berdasi
sepiring nasi menggunung lalu basi
ambisi menutup nurani
sebuah keniscayaan ironi
