Kosong-kosong-kosong,
seperti nalar yang keropos,
seperti hati yang terkikis,
seperti nurani yang dilindas habis.
Kosong-kosong-kosong,
seperti prasasti moral yang runtuh,
seperti jerit tangis yang dipaksa acuh,
seperti nyawa yang digadai murah.
Sementara kursi-kursi yang terisi,
terlelap pulas di ranjang ambisi.
Sementara rakyat yang tercekik tirani,
menyulam harapan dari luka sendiri.
*Ditulis usai membaca berita tentang berbagai
kekacauan yang terjadi di negeriku.